Bagaimana Cara Kerja Algoritma Google di Mesin Pencari?

Algoritma Google pada dasarnya di desain berbeda untuk masing-masing platform. Google, yang memiliki platform seperti : Youtube, Mesin Pencarian, Periklanan (Adsense, Admob, Adwords), Peramban (Browser) dsb—kenyataannya menggabungkan antara kebiasaan pengguna serta kriteria yang sudah ditentukan perusahaan.

Dengan banyaknya informasi yang tersedia di web, hampir tidak mungkin menemukan apa yang Anda butuhkan tanpa bantuan untuk menyortirnya.

Sistem peringkat Google dirancang untuk melakukan hal itu: menyortir ratusan miliar laman web di indeks penelusuran serta menemukan hasil yang paling relevan untuk Anda.

Sistem peringkat ini tidak hanya terdiri dari satu, akan tetapi serangkaian algoritma.

struktur algoritma

Struktur Algoritma

Dari berbagai macam produk Google yang Anda gunakan, sejatinya algoritma tersebut akan saling terkait, sehingga membentuk konten-konten atau iklan yang paling relevan dengan Anda.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi di Google, algoritma penelusuran melihat banyak faktor, termasuk kata-kata dalam kueri Anda, relevansi dan kegunaan halaman, lokasi dan pengaturan yang Anda buat.

Memang benar, bobot yang diterapkan oleh Google, ke setiap faktor (bervariasi) tergantung pada kueri Anda. Sebagai contoh, Anda yang sering mencari informasi seputar “virus corona”.

Google, akan menampilkan hasil yang relevan dengan kata kunci tersebut. Entah akan menampilkan : vaksin, hand sanitizer, masker, cara meminimalisir, tips penyembuhan dsb.

Fakta Algoritma Google

Untuk membantu memastikan algoritma penelusuran memenuhi standar keterkaitan, mereka (Google) memiliki proses ketat yang melibatkan pengujian langsung dari ribuan Penilai Kualitas Penelusuran eksternal diseluruh dunia.

Penilai Kualitas ini mengikuti pedoman ketat yang menentukan tujuan algoritma penelusuran dan tersedia secara publik untuk dilihat oleh siapa saja.

Faktor Utama dari Kueri yang Anda Input

  • Seputar Kueri Penelusuran

Untuk memberikan hasil yang relevan dari kueri yang Anda input, pertama-tama Google perlu menetapkan informasi maksud di balik kueri Anda.

contoh query Google Indonesia-min

Contoh kueri Google Indonesia

Memahami maksud pada dasarnya adalah tentang memahami bahasa, dan merupakan aspek penting dari penelusuran.

Cara ini sebagai contoh, ketika Anda salah mengeja atau mengetik kata yang dimaksud.

Mereka membangun model bahasa untuk mencoba menguraikan string, kata apa yang harus dicari di indeks. Misalnya, sebuah sistem sinonim (persamaan kata), mungkin akan membantu Anda mendapatkan jawaban terbaik.

Sebagai contoh, Anda bertanya di Google seperti ini.

Bagaimana jika kita mandi di malam hari?

Google, mungkin akan menampilkan sinonim kueri seperti ini.

Bahaya mandi di malam hari,
Ini yang terjadi jika Anda mandi di malam hari,
Seandainya mandi malam tiap hari, dsb.

Penelusuran, pada dasarnya, mengetahui apa yang Anda maksud dengan menetapkan (bahwa) beberapa kata memiliki arti atau tujuan yang sama.

Selain sinonim, algoritma penelusuran juga mencoba memahami kategori informasi yang Anda cari. Apakah ini penelusuran yang sangat spesifik atau kueri yang luas?

Sebagai contoh,

Jadwal offline Bank BCA

Nomor telpon AVVA Rent Cars

Harga emas hari ini, dsb.

  • Kualitas Konten

Selain mencocokkan kata dalam kueri Anda dengan dokumen yang relevan di web, algoritma pencarian juga bertujuan untuk memprioritaskan sumber paling andal yang tersedia.

kualitas konten menentukan algoritma google

Kualitas konten menentukan algoritma google

Untuk melakukannya, Google merancang sinyal yang dapat membantu menentukan halaman mana yang menunjukkan keahlian, otoritas, dan kepercayaan pada topik tertentu.

Sebagai contoh, ketika sedang mencari informasi seputar produk mobil terbaru. Anda akan diarahkan ke situs-situs seperti Honda, Toyota, Mitsubishi.

Ini dikarenakan, situs mereka pada dasarnya memiliki sebuah nilai karena ke otentikan/resmi.

Jadi baik portal berita, blog, e-commerce hampir bisa dipastikan akan mengarahkan ke situs-situs resmi yang sifatnya umpan balik (PageRank)

Kabar baiknya, metode ini memiliki penyaringan yang cukup andal dari segi penanganan.

Algoritma spam, memainkan peran penting dalam menentukan apakah halaman tersebut berkualitas rendah atau tidak.

Hal-hal yang bersifat menipu atau manipulatif, bisa dipastikan—situsnya tidak akan muncul dihalaman pencarian Google.

Panduan webmaster Google menguraikan teknik yang menjadi ciri situs spam berkualitas rendah, termasuk membeli link yang lolos PageRank. Jadi kesimpulannya, jika website Anda tak ingin di ban oleh Google di mesin pencarian, silakan buat konten berkualitas!

  • Konteks dan Pengaturan
algoritma lokasi penelusuran

Algoritma lokasi penelusuran

Informasi seperti lokasi, riwayat Penelusuran sebelumnya (History), dan setelan pencarian membantu mereka menyesuaikan hasil yang Anda harapkan pada saat itu juga.

Google mengatur sedemikian rupa, agar negara dan lokasi Anda bisa membantu mengirimkan konten yang relevan. Sebagai contoh, pada hari ini dilaksanakan pertandingan antara Persija dan Persib.

Jika Anda berada di Jakarta atau Bandung dan mengetik kata kunci “sepak bola”, Google kemungkinan besar akan menampilkan hasil terkait,

  1. Skor akhir Persija melawan Persib
  2. Susunan pemain
  3. Jam pertandingan
  4. Media atau situs yang menampilkan pertandingan tersebut

Lain halnya jika Anda sedang berada di London, Google secara eksplisit akan memberikan hasil penelusuran tentang Liga Premier lebih banyak—meskipun Anda orang Indonesia atau fans dari Persija atau Persib.

Untuk itulah, terdapat beberapa pengaturan yang bisa Anda sesuaikan. Pengaturan ini, baik di laptop atau smartphone, akan mempengaruhi hasil pencarian Anda.

Sehingga, hasil penelusuran yang diberikan oleh Google ‘tidak bertabrakan’ alias masing-masing pengguna bisa menentukan selera informasinya.

Perubahan Algoritma yang Tak Menentu

Setiap kebijakan perusahaan, akan memberikan dampak terhadap para kliennya.

Bagi para end user (pengunjung), mungkin hal ini tidak terlalu berpengaruh (karena sama-sama mendapatkan hasil penelusuran yang relevan).

Lain halnya seperti web master (pemilik situs atau orang seperti saya).

Sehebat apapun seorang web master memproduksi sebuah konten, entah dari segi panjangnya teks, kecepatan website, kaidah penulisan yang dibaca robot Google atau manusia, serta indikator lainnya.

Tentu hal ini akan memiliki dampak besar terhadap ranking halaman di Google.

Mungkin, pada hari ini situs A memiliki banyak artikel yang berada di halaman pertama Google.

Namun, entah sebulan kedepan, tiga bulan kedepan, enam atau dua belas bulan kedepan, bisa saja situsnya menempati halaman ke-2 atau ke-3, di mesin pencarian Google.

Sebagai catatan juga, Google mungkin bukan satu-satunya mesin telusur yang hebat. Diluar sana, terdapat sejumlah mesin pencari seperti : Bing, Yandex, DuckDuckGo, Baidu, dsb.

Mereka, pada kenyataannya juga memiliki algoritma yang sesuai kebijakan perusahaan masing-masing. Jadi bukan berarti situs A sering berada dihalaman pertama Google, hal ini berlaku juga di mesin pencarian yang lain. Begitu juga dengan tingkat urutannya.

Catatan : 1 Halaman di mesin pencari, biasanya akan menampilkan 10 situs yang terkait dengan hasil penelusuran.

contoh kebijakan algorithm mesin pencari-min

Contoh kebijakan algoritma mesin pencari Google vs Bing

Pada gambar diatas, Google dan Bing menampilkan 2 situs yang berbeda dalam 1 kata kunci yang sama.

Hal ini, berlaku juga di mesin pencari yang lain.

Bagikan Postingan!

BotPulsa

Download Aplikasi BOTPULSA di Googleplay!